Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata Tarot?
Bisa jadi anda berpikir tentang ramalan,
psychic, psikologi, dan lain sebagainya. Yup, boleh jadi hal yang
muncul di benak anda benar!
Saya jadi teringat saat pertama kali mempelajari seni membaca kartu
tarot 4 tahun yang lalu, baru saja hendak belajar sudah banyak input
berupa persepsi dari orang di sekitar tentang kartu tarot ini. Ada yang
bilang bahwa tarot digunakan untuk meramal, ada yang bilang juga bahwa
tarot digunakan untuk konsultasi tentang hal-hal yang terkait
aspek psikologi manusia, juga ada yang bilang bahwa tarot itu alat
untuk menjabarkan intuisi manusia dan masih banyak input persepsi
lainnya. Terdengar kontroversial.
Saya pribadi memilih untuk tidak hanyut
dalam perbedaan persepsi tersebut, karena hal itulah yang malah membuat
saya semakin tertarik untuk mengupas lebih jauh lagi dunia tarot.
Dari sejarahnya sendiri sebenarnya anda
akan mengerti mengapa banyak persepsi simpang siur yang muncul tentang
kartu tarot ini. Belum ada satu versi sejarah pun yang dapat dibuktikan
kebenarannya. Namun, saya pribadi berpendapat di situlah letak sejatinya
sejarah tarot, yaitu pada misterinya sendiri. Di sinilah kita dapat
menyadari bahwa kartu dengan simbol-simbol itu memiliki power karena
misterinya.
Mengapa dikatakan demikian? Karena
misteri memperlihatkan bahwa tarot bukan berasal dari ideologi tertentu
atau produk dari kekuasaan tertentu. Tarot hadir sebagai eksistensi
simbol-simbol mitologis dalam kehidupan manusia yang kesannya acak,
tetapi mampu memberi ketepatan arti. Simbol-simbol ini menebar di
rentang kehidupan manusia, yang membentang di masa lalu dan masa depan
yang tak terbatas.
Pada dasarnya, permainan tarot sederhana
dan melibatkan kebajikan serta keburukan teologis. Tidak ada bukti
bahwa tarot digunakan untuk meramal hingga akhir abad ke-16. Kartu tarot
baru disebutkan sebagai alat untuk meramal pada awal abad ke-17 dalam
sebuah buku yang diterbitkan di Frankfurt. Kartu tarot belum digunakan
sebagai kartu ramalan hingga abad ke-18 dan yang pertama menggunakannya
sebagai kartu ramalan adalah kaum Gipsi.
Saya akan mengupas beberapa bukti yang
saya sadur bahwa simbol-simbol tarot menebar di berbagai kebudayaan dan
di sepanjang rentang waktu. Tarot tampak dibawa ke Prancis untuk
menghibur Raja Charles VI (memerintah sejak 1380-1422) yang lesu dan
tertekan. Dan, diperkirakan pada saat yang sama, tarot juga muncul di
Italia. Kita dapat menemukan kartu tarot digunakan di Italia pada abad
ke-15 sebagai permainan kartu populer, dengan Deck tarot The
Visconti-Sforza yang dibuat sekitar tahun 1450. Deck ini termasuk deck
paling awal dan paling lengkap.
Kemudian pada abad ke-18 dan ke-19,
kartu-kartu itu ditemukan oleh sejumlah ulama yang menganut okultisme.
Para ulama ini terpesona oleh tarot dan mengakui bahwa gambar pada kartu
memiliki kekuatan lebih daripada sekedar permainan sederhana. Mereka
kemudian melakukan penyingkapan lebih jauh-membuat tarot.
Sejarah tarot juga ditemukan berkaitan
dengan kartu misteri Mesir, filsafat Hermetik, Kabbalah, alkimia, dan
sistem mistik lainnya. Pencarian ini dapat berlanjut hingga awal abad
ke-20 ketika tarot dimasukkan ke dalam praktik masyarakat rahasia,
termasuk di antaranya Ordo Golden Dwan.
Sebagian orang pun menduga bahwa tarot
berada dalam ajaran sekte Asketik yang hidup di dekat Laut Mati di
Palestina Kuno antara 200 SM dan 100 M. Namun, ada pula yang menduga
bahwa tarot adalah bentuk simbol-simbol dari ajaran Kitab Taurat,
sehingga ada kesimetrian antara kata taurat dan tarot. Dugaan lain,
tarot digunakan oleh filsuf Yunani yang bernama Cebes, murid sekaligus
teman Socrates, yang hidup di abad ke-5 SM. Sedangkan beberapa orang
mengatakan bahwa tarot berseumber dari ajaran kuno mengenai Hermes
Trismegistus, penulis karya terkenal Hermetic Acts and Sciences, yang
berisi tarot, astrologi, numerologi, alkemi, dan sacred geometry.
Legenda ini juga mengatakan bahwa Hermes memberikan tarot pada kaum
Gipsi karena mereka adalah pengembara dunia.
Teori lain mengatakan bahwa terdapat
keterkaitan antara tarot dengan Thoth yang berasal dari Mesir. Thoth
adalah dewa pembelajaran dan komunikasi yang dalam mite Mesir dikatakan
menciptakan tarot dalam hieroglyphics, bahasa simbol piktorial Mesir.
Pemikiran lain mengatakan bahwa tarot berasal dari Maroko. Hal ini
berawal dari legenda yang mengatakan bahwa Phoenix muncul dari abu. Ini
adalah simbolisasi sebuah kejadian di zaman Alexandria (390 M), yaitu
saat sebuah perpustakaan terbakar di zaman itu. Saat kebakaran terjadi,
sekelompok pendeta yang bekerja di perpustakaan itu bekerja sama
menyelamatkan manuskrip berbentuk gulungan-gulungan dan membawanya ke
biara. Manuskrip tersebut tetap tersembunyi hingga diterjemahkan ke
dalam bahasa gambar yang universal, yaitu tarot.
Ada pula yang berpendapat bahwa tarot
datang dari ajaran kuno aliran misteri di Kasdim, Fenisia, dan Babilonia
dalam bentuk loose-leaf bergambar. Beberapa juga mengatakan bahwa tarot
berakar dari misteri Arab (mistisisme muslim sebelum sufi) dan doktrin
rahasia petapa sufi yang ada pada abad ke-10 dan ke-11. Teori lainnya
mengatakan bahwa tarot adalah invensi abad ke-11 dari para Kesatria
Templar di Eropa. Templlar membawa “kebijaksanaan terlarang” (forbidden
wisdom) dan kembali ke Eropa setelah Perang Salib. Kesatria Templar
adalah alkemis, dan di kemudian hari menjadi Rosicrucians-Fraternitas
yang mengorganisasi mistis religius di Jerman abad ke-15, yang melakukan
konversi pengetahuan mereka ke dalam kartu permainan.
Nah dari berbagai macam versi sejarah
singkat tarot yang saya babarkan di atas, sekarang anda mungkin jauh
lebih paham kenapa terjadi kesimpang siuran persepsi dari Kartu Tarot
ini, dan semua itu wajar toh? Yang paling penting adalah bagaimana niat
kita ketika bermain menggunakan Kartu Tarot ini.








0 komentar:
Posting Komentar