Recent Posts

Senin, 30 Januari 2017

Mengupas Misteri Kartu Tarot



Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata Tarot?

Bisa jadi anda berpikir tentang ramalan, psychic, psikologi, dan lain sebagainya. Yup, boleh jadi hal yang muncul di benak anda benar!

Saya jadi teringat saat pertama kali mempelajari seni membaca kartu tarot 4 tahun yang lalu, baru saja hendak belajar sudah banyak input berupa persepsi dari orang di sekitar tentang kartu tarot ini. Ada yang bilang bahwa tarot digunakan untuk meramal, ada yang bilang juga bahwa tarot digunakan untuk konsultasi tentang hal-hal yang terkait aspek psikologi manusia,  juga ada yang bilang bahwa tarot itu alat untuk menjabarkan intuisi manusia dan masih banyak input persepsi lainnya. Terdengar kontroversial.

Saya pribadi memilih untuk tidak hanyut dalam perbedaan persepsi tersebut, karena hal itulah yang malah membuat saya semakin tertarik untuk mengupas lebih jauh lagi dunia tarot.

Dari sejarahnya sendiri sebenarnya anda akan mengerti mengapa banyak persepsi simpang siur yang muncul tentang kartu tarot ini. Belum ada satu versi sejarah pun yang dapat dibuktikan kebenarannya. Namun, saya pribadi berpendapat di situlah letak sejatinya sejarah tarot, yaitu pada misterinya sendiri. Di sinilah kita dapat menyadari bahwa kartu dengan simbol-simbol itu memiliki power karena misterinya.

Mengapa dikatakan demikian? Karena misteri memperlihatkan bahwa tarot bukan berasal dari ideologi tertentu atau produk dari kekuasaan tertentu. Tarot hadir sebagai eksistensi simbol-simbol mitologis dalam kehidupan manusia yang kesannya acak, tetapi mampu memberi ketepatan arti. Simbol-simbol ini menebar di rentang kehidupan manusia, yang membentang di masa lalu dan masa depan yang tak terbatas.

Pada dasarnya, permainan tarot sederhana dan melibatkan kebajikan serta keburukan teologis. Tidak ada bukti bahwa tarot digunakan untuk meramal hingga akhir abad ke-16. Kartu tarot baru disebutkan sebagai alat untuk meramal pada awal abad ke-17 dalam sebuah buku yang diterbitkan di Frankfurt. Kartu tarot belum digunakan sebagai kartu ramalan hingga abad ke-18 dan yang pertama menggunakannya sebagai kartu ramalan adalah kaum Gipsi.

Saya akan mengupas beberapa bukti yang saya sadur bahwa simbol-simbol tarot menebar di berbagai kebudayaan dan di sepanjang rentang waktu. Tarot tampak dibawa ke Prancis untuk menghibur Raja Charles VI (memerintah sejak 1380-1422) yang lesu dan tertekan. Dan, diperkirakan pada saat yang sama, tarot juga muncul di Italia. Kita dapat menemukan kartu tarot digunakan di Italia pada abad ke-15 sebagai permainan kartu populer, dengan Deck tarot The Visconti-Sforza yang dibuat sekitar tahun 1450. Deck ini termasuk deck paling awal dan paling lengkap.

Kemudian pada abad ke-18 dan ke-19, kartu-kartu itu ditemukan oleh sejumlah ulama yang menganut okultisme. Para ulama ini terpesona oleh tarot dan mengakui bahwa gambar pada kartu memiliki kekuatan lebih daripada sekedar permainan sederhana. Mereka kemudian melakukan penyingkapan lebih jauh-membuat tarot.

Sejarah tarot juga ditemukan berkaitan dengan kartu misteri Mesir, filsafat Hermetik, Kabbalah, alkimia, dan sistem mistik lainnya. Pencarian ini dapat berlanjut hingga awal abad ke-20 ketika tarot dimasukkan ke dalam praktik masyarakat rahasia, termasuk di antaranya Ordo Golden Dwan.

Sebagian orang pun menduga bahwa tarot berada dalam ajaran sekte Asketik yang hidup di dekat Laut Mati di Palestina Kuno antara 200 SM dan 100 M. Namun, ada pula yang menduga bahwa tarot adalah bentuk simbol-simbol dari ajaran Kitab Taurat, sehingga ada kesimetrian antara kata taurat dan tarot. Dugaan lain, tarot digunakan oleh filsuf Yunani yang bernama Cebes, murid sekaligus teman Socrates, yang hidup di abad ke-5 SM. Sedangkan beberapa orang mengatakan bahwa tarot berseumber dari ajaran kuno mengenai Hermes Trismegistus, penulis karya terkenal Hermetic Acts and Sciences, yang berisi tarot, astrologi, numerologi, alkemi, dan sacred geometry. Legenda ini juga mengatakan bahwa Hermes memberikan tarot pada kaum Gipsi karena mereka adalah pengembara dunia.

Teori lain mengatakan bahwa terdapat keterkaitan  antara tarot dengan Thoth yang berasal dari Mesir. Thoth adalah dewa pembelajaran dan komunikasi yang dalam mite Mesir dikatakan menciptakan tarot dalam hieroglyphics, bahasa simbol piktorial Mesir.  Pemikiran lain mengatakan bahwa tarot berasal dari Maroko. Hal ini berawal dari legenda yang mengatakan bahwa Phoenix muncul dari abu. Ini adalah simbolisasi sebuah kejadian di zaman Alexandria (390 M), yaitu saat sebuah perpustakaan terbakar di zaman itu. Saat kebakaran terjadi, sekelompok pendeta yang bekerja di perpustakaan itu bekerja sama menyelamatkan manuskrip berbentuk gulungan-gulungan dan membawanya ke biara. Manuskrip tersebut tetap tersembunyi hingga diterjemahkan ke dalam bahasa gambar yang universal, yaitu tarot.

Ada pula yang berpendapat bahwa tarot datang dari ajaran kuno aliran misteri di Kasdim, Fenisia, dan Babilonia dalam bentuk loose-leaf bergambar. Beberapa juga mengatakan bahwa tarot berakar dari misteri Arab (mistisisme muslim sebelum sufi) dan doktrin rahasia petapa sufi yang ada pada abad ke-10 dan ke-11. Teori lainnya mengatakan bahwa tarot adalah invensi abad ke-11 dari para Kesatria Templar di Eropa. Templlar membawa “kebijaksanaan terlarang” (forbidden wisdom) dan kembali ke Eropa setelah Perang Salib. Kesatria Templar adalah alkemis, dan di kemudian hari menjadi Rosicrucians-Fraternitas yang mengorganisasi mistis religius di Jerman abad ke-15, yang melakukan konversi pengetahuan mereka ke dalam kartu permainan.

Nah dari berbagai macam versi sejarah singkat tarot yang saya babarkan di atas, sekarang anda mungkin jauh lebih paham kenapa terjadi kesimpang siuran persepsi dari Kartu Tarot ini, dan semua itu wajar toh? Yang paling penting adalah bagaimana niat kita ketika bermain menggunakan Kartu Tarot ini.





0 komentar:

Posting Komentar